Konselor Islam, dalam tugasnya membantu klien menyelesaikan masalah kehidupannya, haruslah memperhatikan nilai-nilai dan moralitas Islam. Apalagi yang ditangani adalah membantu mengatasi masalah kehidupan yang dialami oleh klien atau konseli, maka sudah sewajarnyalah konselor harus menjadi teladan yang baik, agar klien merasa termotivasi dalam menyelesaikan masalah kehidupannya. Sebagai seorang teladan, seharusnyalah konselor Islami menjadi rujukan bagi klien dalam menjalani hidupnya, oleh karena itu, sebagai suri teladan maka sudah tentu konselor adalah seorang yang menjadi rujukan dalam perilaku kehidupannya sehari-hari, kehidupan konselor menjadi barometer bagi konseli.
Citra manusia dalam pandangan islam manusia dalam pandangan islam mempunyai tempat yang sangat strategis, artinya jika manusia mampu melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai dengan aturan dan norma agama, maka posisi manusia lebih tinggi dari para malaikat yang senantiasa taat dan patuh menjalankan perintah Allah, sebaliknya jika manusia melalaikan dan mempermainkan ajaran Allah dan tidak pernah menyadari tugas dan tanggung jawabnya sebagai makhluk Allah, maka manusia seperti ini justru lebih jelek dari binatang.
Kepribadian konselor dapat menentukan bentuk hubungan antara konselor dan konseli, bentuk kuwalitas penanganan masalah, dan pemilihan alternatif pemecahan masalah. Tugas konselor pada dasarnya adalah usaha memberikan bimbingan kepada konseli dengan maksud agar konseli mampu mengatasi permasalahan dirinya. Tugas ini berlaku bagi siapa saja yang bertindak sebagai konselor. Sekalipun sudah memiliki kode etik profesi yang menjadi landasan acuan perlindungan konseli, bagi konselor muslim tidak ada salahnya apabila dalam dirinya juga menambah sifat-sifat atau karakter konselor yang dipandangnya perlu bagi aktivitas konseling. Yang terpenting bahwa dalam upaya konseling tersebut harus memenuhi kaidah bahwa pemberian bantuan tidak didasarkan pada pekerjaannya.
